Seluk-beluk Bisnis Tanpa Modal Sebelum Merintisnya

0
824
Seluk-beluk Bisnis Tanpa Modal Sebelum Merintisnya
Seluk-beluk Bisnis Tanpa Modal Sebelum Merintisnya

Tidak akan pernah ada kemungkinan yang tertutup untuk mampu mengelola sebuah bisnis tanpa modal dan bisa diusahakan dari sekarang. Menekuni bisnis sendiri memang selalu memberikan sebuah gambaran yang enak dan mewah. Seorang pebisnis berpeluang untuk mendapatkan rezeki berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan bekerja sebagai karyawan. Meski begitu, tidak semua hal yang berhubungan dengan kepemilikan sebuah bisnis selalu yang enak-enak saja.

 

Sisi Lain Menekuni Bisnis Sendiri

 

Semua rasa enak itu sebenarnya juga memiliki banyak resiko dan tekanan, namun hasilnya memang tidak pernah bohong. Ada banyak pengorbanan yang akan diberikan pelaku bisnis supaya bisnis tersebut memberikan apa yang diharapkan. Berikut beberapa pengorbanan tersebut:

 

  1. Mencurahkan lebih banyak tenaga,

Sudah merasa puas dengan status karyawan membuat beban pikiran hanya terpusat pada pekerjaan yang menjadi tanggung jawab di kantor. Selepas jam kantor maka bisa hidup menjadi diri sendiri, menjalankan kegiatan yang dianggap normal.

 

Berbeda dengan mereka yang sudah sejak berstatus sebagai karyawan sudah membangun bisnis sedikit demi sedikit. Maka sisa tenaga setelah mengurus kewajiban di kantor akan dipakai untuk mengurus bisnis tersebut. Maka jangan heran jika penghasilan mereka lebih mapan, sebab tenaga yang dikeluarkan memang dua kali lipat lebih besar. Sama halnya, seorang bos tidak akan tidur nyenyak sebelum masalah di kantornya selesai sementara karyawan lepas jam kantor bisa beralih ke kegiatan lain.

 

  1. Waktu luang yang lebih terbatas,

Tuntutan yang lebih besar dari pekerjaan di kantor diberikan oleh bisnis yang dijalankan, meski merupakan bisnis tanpa modal. Tuntutan ini membuat tenaga dan waktu dicurahkan semaksimal mungkin supaya keduanya berjalan dengan normal. Tidak ada bisnis yang bisa berjalan sendiri tanpa tindakan pemiliknya, sama halnya bus tidak akan melaju tanpa ada supir. Ketika sudah memutuskan untuk membangun bisnis sendiri maka persiapkan diri untuk memangkas jam istirahat.

 

  1. Kesempatan memanjakan diri yang minim,

Menjalankan bisnis memang selalu menawarkan sebuah penghasilan yang lebih besar dibandingkan dengan karyawannya. Meski memiliki banyak uang bukan berarti bisa digunakan untuk memanjakan diri dengan berbagai cara. Kadang dalam kondisi tertentu seorang bos memiliki jam kerja fleksibel, bisa jadi tidak mengenal hari libur. Rencana berlibur bersama keluarga rentan batal jika ada suatu kondisi tertentu dalam bisnis yang membutuhkan kehadirannya. Hal seperti ini perlu dicermati dan dipersiapkan supaya tidak kaget setelah terjun ke bisnis.

 

  1. Banyak kemampuan yang harus diasah,

Sedikit sekali pelaku bisnis yang menyerahkan semua hal atau semua masalah kepada karyawan, justru mereka harus terjun langsung. Membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi di masing-masing departemen karyawannya. Sehingga seorang bos sebenarnya dituntut untuk multitasking, tidak hanya cermat memulai bisnis dan menghitung keuntungan. Namun juga pandai mengatasi masalah administrasi, akunting, perpajakan, pemasaran, dan lain sebagainya. Kemampuan ini tentu perlu diasah dan membutuhkan waktu supaya asahannya tajam.

 

  1. Menentukan nasib orang banyak,

Jika boleh memilih seseorang akan mengambil menjadi sosok yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Berbeda menjadi seorang bos atau pemilik usaha, ia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak akan pernah egois. Semua keputusan dan kebijakan merupakan sebuah perlindungan bagi semua pihak dalam bisnis tersebut. Tidak hanya untuk kebaikan diri sendiri namun juga semua karyawan dan relasi bisnis yang sudah terbentuk. Menentukan nasib orang banyak juga berlaku bagi pengelola bisnis tanpa modal, dan perlu dipahami dengan bijak.

LEAVE A REPLY