Point Apa Saja yang Masuk ke Dalam Susunan Rencana Bisnis?

0
344
Point Apa Saja yang Masuk ke Dalam Susunan Rencana Bisnis?
Point Apa Saja yang Masuk ke Dalam Susunan Rencana Bisnis?

Membangun sebuah bisnis kadang perlu sangat memperhatikan susunan rencana bisnis tersebut supaya meminimalkan resiko yang mungkin terjadi. Bagi seorang pebisnis kawakan menyusun rencana sejak awal sangatlah penting dan paham point apa saja yang masuk ke dalamnya. Susunan rencana yang matang akan membuat bisnis dibuka tepat sesuai perencanaan sekaligus menghindari resiko yang mungkin terjadi. Rencana ini bahkan menjadi modal awal bagi pebisnis yang tengah mencari sokongan modal bisnis.

Penyusunan rencana untuk mendirikan bisnis haruslah lengkap, tidak hanya membahas mengenai masa awal namun juga ke depannya. Supaya rencana yang disusun memikat pemilik modal berikut beberapa yang perlu dicantumkan di dalamnya:

1. Sebuah bidang bisnis yang prospeknya bagus,
Pemilik modal sebelum ikut bergabung dalam sebuah jaringan bisnis tentu akan memonitor bagaimana masa depan bidang bisnis yang diajukan di depannya. Seorang penyusun rencana awal ini pastinya harus memilih bidang bisnis yang memikat, artinya memiliki masa depan.

Bidang bisnis yang diambil dan yang tergolong memiliki masa depan cerah lumayan banyak dan selalu berkaitan dengan kebutuhan dan pola konsumsi masyarakat. Supaya rencana dalam bisnis yang disusun meyakinkan pemegang modal ada baiknya memilih bisnis peka zaman. Hindari bidang bisnis yang sifatnya musiman sebab masa depannya nyaris kecil bahkan tidak ada. pilih peluang bisnis super menjanjikan seperti bisnis di bidang fashion, kuliner, pendidikan, dan juga jasa keuangan.

2. Rincian modal yang masuk akal,
Susunan sebuah rencana bisnis yang profesional dan meyakinkan pastinya memuat point penting berkaitan dengan modal bisnis tersebut. Perhitungan modal sangat akurat sudah jelas akan diperlukan untuk membantu para pemilik modal menghitung dan menilai seberapa realistis anggaran tersebut disusun. Sehingga dalam menyusun rencana tersebut perlu survey dahulu ke lapangan, mencari banyak pemahaman mengenai modal bisnis baru kemudian menyusunnya dengan runtut dan mendetail. Sehingga informasinya jelas dan mudah dipahami oleh mereka yang menerima susunan rencana tersebut.

Rincian modal akan memudahkan calon pemegang saham untuk menentukan seberapa besar investasi yang perlu dicurahkan. Informasi yang rancu dan tidak masuk akal membuat resiko bisnis gulung tikar dan berumur pendek semakin besar. Sebab perencanaan di masa awal saja sudah sulit untuk meyakinkan apalagi jika sudah dijalankan. Maka perkembangan bisnis tersebut akan samar untuk dimonitoring sesuai dengan kondisi di lapangan. Tidak ada investor yang akan menanggung resiko merugi dari modal yang sudah ditanamkan.

3. Visi dan misi yang saling terkait,
Penyusunan rencana untuk membangun bisnis merupakan informasi awal untuk mendapatkan gambaran mengenai bisnis tersebut. Bagaimana cara memulainya, pengelolaan modal, promosi, sampai kepada detail terkecil yang memungkinkan untuk dibahas. Bisnis yang memiliki visi dan juga misi yang jelas jauh lebih melegakan sekaligus menenangkan. Sebab pengelola bisnis tersebut paham benar misi seperti apa yang harus dijalankan supaya bisa sampai kepada visi dari bisnis tersebut.

Kerancuan penyusun rencana tersebut dalam menentukan misi yang harus ditempuh akan menjadi sebuah tanda-tanda kurang enak. Artinya, masa depan sebuah bisnis perlu dipertimbangkan atau diperhitungkan semenjak bisnis tersebut belum dimulai sama sekali. Sejak masih di dalam pikiran sudah harus paham betul bisnis akan dijalankan dengan sistem bagaimana dan seperti apa. Dampak dan resiko yang terjadi harus disikapi bagaimana sehingga memudahkan membangun bisnis yang kuat. Sebab bisnis yang kuat tidak hanya dipengaruhi modal yang kuat melainkan juga rencana bisnis yang matang dan terstruktur.

LEAVE A REPLY